Madame Blossom's Book of Poems

Sunday, April 28, 2013

Basic Scones





3 cups (375 grams) all purpose flour
1/2 cup (100 grams) white sugar
1 teaspoon (5 grams) baking powder
1/2 teaspoon salt
3/4 cup (170 gm) butter (just out of the fridge/freezer)
1 egg, beaten
1 cup (235 ml) milk
1/2 cup raisins. (optional)

1. Start with Bismillah.
2. Preheat oven to 200 deg C.
3. Lightly grease a baking sheet on tray.
4. In a large bowl combine flour, baking powder, sugar and salt.
5. Grate the frozen butter using the larger holes of the grater, into the flour mixture. Then, mix the butter with the flour mixture using your fingers until it all become like breadcrumbs. You can try to selawat while doing all these.
6. In another bowl mix the beaten egg and milk. Then pour into the flour mixture, mix until all is moistened.
7. You can add the raisins at this point if your husband insist on raisins, like mine do.
8. Use tablespoons to scoop whatever the spoon can hold, and put onto the greased baking sheet, leaving a little space between the doughs, cause it will be slightly larger when baked.
9. Bake for about 15 mins or until golden brown at the top.

Update 14 May 2013:
The above recipe makes about 25 pieces of spoonful mixture scones, which may be too much for a family of small eater or a family of 2, 3, 4.

So here is half the ingredients that I tried the other morning, which was just nice for my family of small eaters.
Makes about 12 pieces of scones.

190 grams all purpose flour
50 grams white sugar
3 grams baking powder
1/4 teaspoon salt
90 grams butter
1/2 of 1 beaten egg.
110 ml milk
1/4 cup raisins, if you want. Well actually, for the raisins, it depends on how much raisins you like in your scones. If you like more, just put more.

Wednesday, April 24, 2013

Ngantok


Ngantok.
Aku ngantok.
Tadi tak ngantok
Lepas makan baru ngantok.
Macam mana nak hilangkan ngantok?
Bolehkah dengan mengambil wudhu hilang ngantok?
Berwudhulah dan solat zohor supaya tak ngantok.


Tuesday, April 23, 2013

Tanggungjawab membuat drama/filem

Seram jugak kadang-kadang tu, bila tengok orang buat cerita untuk drama atau filem.

Betul kata Bromo, bila kita menulis dan mengarah sesebuah drama/filem, kita ni macam berlaku sebagai tuhan bagi watak-watak dalam cerita itu, dengan menentukan nasib-nasib mereka, juga kesudahan mereka (tentunya dengan izin dan ketentuan Allah juga). Jadi tanggungjawab itu besar sangat, untuk menunjukkan kesudahan yang betul dan pengajaran yang betul.

Saya terfikirkan hal ini sesudah menyaksikan sebuah cerita di mana penulis/pengarah memberi kesudahan yang salah bagi satu watak dalam cerita itu. Allah sudah menjanjikan sesiapa saja yang bertaubat dengan ikhlas atas apa saja dosa2 mereka sebelum menemu ajal, akan diampunkan. Watak itu ditunjukkan sudah lama mengesal dan bertaubat - tapi masih juga diberi bayangan bahawa mayatnya disiksa. Ini menyalahi janji Allah.

Tentu sekali perkara yang lagi satu yang saya menyampah adalah keberanian pelakon-pelakon Islam kita membawa adegan-adegan yang melampau.

Apa yang diceritakan dalam drama atau filem sebenarnya memberi kesan kepada penonton - lagi-lagi yang kurang upaya untuk membentuk pemikiran sendiri dan senang terikut dengan apa saja yang disajikan untuk mata dan telinga mereka.

Astaghfirullah, besarnya tanggungjawab - jika dengan cerita kita, orang jadi putus asa dengan apa yang sebenarnya dijanjikan Allah SWT. Atau orang digalakkan melakukan perkara2 yang tak baik, kerana pengaruh cerita kita. Berapa banyak penonton? Berapa banyak dosa yang kita nak tanggung?

Semuga Allah mengampunkan kita, dan melindungi kita dari melakukan perkara2 yang akan sangat merugikan kita di Akhirat kelak.

"Whoever recommends and helps a good cause becomes a partner therein: And whoever recommends and helps an evil cause, shares in its burden: And Allah hath power over all things." An Nisa 4:85

Sunday, April 21, 2013

punjangga cinta


wahai pujangga cinta
biar membelai indah
teladani kalbu ku,
jujur lah pada hati mu
ada apa dengan cinta
perbedaan aku dan engkau
biar menjadi bait
dalam puisi cinta terindah

Saturday, April 20, 2013

My handling of slow mails.

I don't like to handle papers. I don't like to handle mails (unless it's a book package I ordered). I check my mails only once or twice a month, only because I have to check for bills.

I throw away mails unopened, those that are addressed to 'The Resident'. I also throw away with disgust, ALL promotional mails from the banks, no matter how elaborate or how much money they wasted on the promotional mail. I also immediately throw any promotional pamphlets from any shopping centers or brands.

If you are sending me something really important or urgent - send it by email instead. Or if you really have to send it by slow mail, alert me by email or sms. If not, it may be attended to the following month - i.e. if it is addressed to us by name.